SEJARAH STAI AL-MASTHURIYAH

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Masthuriyah Sukabumi adalah pengembangan dari Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) Al-Masthuriyah. Gagasan untuk mendirikan Perguruan Tinggi di Perguruan Islam Al-Masthuriyah telah muncul sebelum didirikan Yayasan Al-Masthuriyah yang membina perguruan ini.

Dari lulusan Al-Masthuriyah, umumnya dari setiap unit pendidikan, khususnya pada tingkat lanjutan atas, setiap tahunnya terus bertambah. Sedangkan kondisi perguruan ini tidak dapat menampungnya serta tidak tertampung di berbagai Perguruan Tinggi dikarenakan persaingan dengan lulusan sekolah lainnya. Maka upaya untuk menjawab tantangan tersebut, pada tahun 1982 didirikan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) Al-Masthuriyah berdasarkan keputusan rapat/ musyawarah Dewan Pengurus Perguruan Islam Al-Masthuriyah yang ditungkan dalam Surat Keputusan nomor 1 tahun 1982, tanggal 27 ramadlan 1401 H. (19 Juli 1982 M.) tentang pendirian Fakultas Uahuluddin Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) Al-Masthuriyah dan pengangkatan KHE. Fakhruddin Masthuro sebagai Dekan, yang selanjutnya berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Al-Masthuriyah Sukabumi jurusan Dakwah dengan Status Terdaftar berdasarkan kepada

  • Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI nomor 26 Tahun 1986 untuk program Sarjana Muda
  • Surat Keputusan Menteri Agama RI nomor 55 Tahun 1989 dan nomor 436 Tahun 1994 untuk program S.1.

Pada Tahun 1990, didirikanlah Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Masthuriyah Sukabumi dan mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) program S.1 dengan Status Terdaftar berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI nomor 251 tahun 1993.

Gagasan pendirian STIU – STIT Al-Masthuriyah dilandasi oleh keinginan pimpinan Perguruan untuk mencerdaskan bangsa dan khususnya meningkatkan kualitas keilmuan dan pengetahuan masyarakat  sekitar dan lulusan Madrasah Aliyah (dan SMA serta SMK) Al-Masthuriyah dan pendirian ini mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat setempat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi.

Dalam perkembangan selanjutnya, sesuai dengan PP nomor 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 0686/U/1991 tentang pendirian Perguruan Tinggi, Keputusan Menteri Agama RI nomor 53 Tahun 1994 tentang pedoman pendirian Perguruan Tinggi Islam Swasta dan untuk melengkapi bidang keilmuan agama Islam yang dikembangkan, maka Sekolah Tinggi Ilmu Uahuluddin (STIU) Al-Masthuriyah dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Masthuriyah, pada tahun akademik 1994/1995 dilebur menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Masthuriyah Sukabumi, dengan jurusan Komunkasi dan Penyiaran Islam (Dakwah), jurusan Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah) dan jurusan Mua’malat (Syari’ah), dan seluruhnya memperoleh Status Terdaftar berdasarkan SK Menteri Agama RI nomr 448 tanggal 20 September 1995. Dan pada tahun akademik 1998/1999 memperoleh Status Diakui berdasarkan Keputusan DIRJEN BINBAGA Islam Departemen Agama RI nomor 20 tanggal 9 September 1999.

Pada tahun 2000, seluruh jurusan pada Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Masthuriyah Sukabumi telah mendapat Status Terakreditasi berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi nomor 019/BAN-PT/AK-IV/VIII/2000.

Program Pendidikan yang diselenggarakan pada seluruh jurusan adalah S.1 dan untuk melengkapinya pada diselenggarakan program akta IV untuk Sarjana Agama non Tarbiyah berdasarkan Surat Keputusan Koordinator KOPERTAIS Wilayah II Jawa Barat dan Banten nomor 224/KOP/II/S/2002.

Landasan Pendirian

Selanjutnya pada tahun 2005 seluruh jurusan pada Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Masthuriyah Sukabumi telah mendapat perpanjangan izin operasinal berdasarkan Keputusan DIRJEN Kelembagaan Agama Islam Nomor : Dj.II/113/1005 tanggal 10 Mei 2005 selanjutnya Keputusan Dierktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor : Dj.I/1470/2011, Tanggal 27 Oktober 2011.

Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Masthuriyah Sukabumi dilandasi pemikiran :

1. Bahwa agama Islam melalui Dakwah, pendidikan dan pembinaan hukum yang bernafaskan Islam memegang peranan amat penting dalam pembangunan nasional guna mewujudkan masyarakat yang adil sejahtera yang di ridhoi Allah SWT.

2. Penyebaran agama Islam menjadi kewajiban yang tiada hentinya sepanjang masa, terpikul pada pundak setiap muslim dalam semua keadaan

3. Pengkajian agama Islam harus diawali dengan memahami dasar-dasarnya melalui sarana dakwah, pendidikan dan pembinaan hukum yang bernafaskan islam. hal ini tidak dapat diajarkan semata-mata sebagai ilmu, tetapi harus melalui pendeatan terpadu yang menyangkut sistem maupun pelaksanaannya sehingga mampu meyakinkan, membimbing dan mengarahkan ummat manusia kepada pribadi dan prikehidupan yang seimbang antara kehidupan lahiriah dan batiniah.