Bolehkah Iktikaf di Rumah Saat Pandemi Corona? Simak Penjelasannya

SALAH satu sunah yang sangat dianjurkan ketika datangnya bulan suci Ramadhan adalah iktikaf atau berdiam diri di masjid dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Iktikaf biasanya dilakukan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan untuk mendapatkan malam lailatul qadar.

Namun, karena wabah virus corona (COVID-19) yang melanda hampir seluruh dunia, umat Islam diminta beribadah di rumah serta tidak diperbolehkan pergi ke masjid untuk memutus mata rantai virus tersebut.

Lantas, bagaimana hukum melakukan iktikaf di rumah?

Untuk menjawab hal ini, Guru Fikih Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, Ustadz Mumu Mudzakir mengatakan, beribadah di mana saja hukumnya sah. Asalkan tempatnya suci atau bersih, dan tentunya dengan niatan ingin mendekatkan diri kepada Allah.

“Ya boleh saja kalau misalnya iktikaf di rumah, walau sebenarnya lebih baik di masjid. Namun karena kondisi adanya wabah penyakit ini lebih baik di rumah saja ibadahnya,” ucapnya saat dihubungi Okezone, Selasa (5/4/2020).

Sebab kata Iktikaf sendiri berasal dari Bahasa Arab akafa yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi. Kemudian hal ini tertuju pada konteks ibadah dalam Islam, yakni berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah.

Facebook Comments

Your Comment:

Related Posts

News

PENERIMAAN MAHASISWA BARU STAI AL-MASTHURIYAH SUKABUMI

Sukabumi – Salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Sukabumi membuka kesempatan bagi warga Sukabumi yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yakni Strata-1.Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Masthuriyah Sukabumi, hadir dengan program studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pendidikan Agama Islam dan Hukum Ekonomi Syariah.bagi calon mahasiswa. Pendaftaran sendiri dibuka dalam 1 […]

Facebook Comments

News

KH Abubakar Sidik Ungkap Makna Minal ‘Aidin wal Faizin

Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Abubakar Sidik mengungkapkan istilah yang seringdikaitkan dengan Idul Fitri yaitu minal ‘aidin wal faizin. Menurut salah seorang pengasuh di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Kabupaten Sukabumi ini, ada yang memaknai Idul Fitri dengan kembali ke fitrah, ke kesucian dasar. “Oleh karena itu, sesama umat Islam saling mendoakan, ‘semoga Anda termasuk yang kembali (ke[…]

Facebook Comments