Sukabumi,
Pengurus Pusat (PP) Keluarga Alumni Al-Masthuriyah (KALAM) masa khidmat 2022-2025 menggelar pelantikan yang bertempat di Gelanggang Olahraga (Gor) Ponpes Al-Masthuriyah pada Sabtu (19/03). Prosesi pelantikan tersebut dilaksanakan dengan janji pengurus yang langsung dipandu oleh Pimpinan Pondok Pesantren KH Abdul Aziz Masthuro. Dalam sambutannya, Kiai Aziz mengungkapkan rasa bahagianya atas dilantiknya pengurus pusat KALAM. “Saya selaku pimpinan pondok pesantren beserta keluarga merasa bahagia hari ini telah dilantiknya jajaran pengurus pusat KALAM, pengurus ini yang siap mengabdikan dirinya dengan ikhlas, bertanggungjawab,” paparnya. Kiai Aziz mengajak kepada seluruh pengurus untuk bersama-sama berbakti kepada guru dan kiai beserta keluarganya. “Kalian harus sama-sama berbakti kepada Guru KH Masthuro sebagai pendiri Al-Masthuriyah. Walaupun kalian tidak pernah secara langsung bermuwajahah tapi ada dzurriyahnya yang bisa jadi perantara,” tambahnya. Kiai Aziz juga berpesan kepada seluruh hadirin yang hadir, untuk selalu bersedia bersama-sama dengan orang saleh. “Kita jadi santri, terutama santri Al-Masthuriyah Kun ma’allah, faillam takun ma’allah kalau engkau belum bisa bersama dengan Allah karena masih banyak dosa, belum masuk kategori minassholihin, kun maa amankaana ma’allah kita harus bersama orang-orang yang sudah dicintai Allah,” tegasnya. Sebelum ditutup, Kiai Aziz mengutip perkataan dari pendiri Ponpes Al-Masthuriyah, Almaghfurlah Mama KH Masthuro tentang prinsip mengurus pondok pesantren yang juga menjadi tema pada acara tersebut., yakni Kudu ngahiji dina ngamajukeun Pasantren, ulah pagirang-girang tampian. “Hari ini kita ganti kata Pesantrennya dengan KALAM, secara prinsip substansinya masih sama, harus bersatu dalam memajukan KALAM,” pungkasnya. Dalam kesempatan yang sama, ketua KALAM, KH Fachrudin Murodih menyampaikan beberapa orientasi serta prinsip kepemimpinannya “Ada tiga fokus orientasi kepengurusan KALAM periode 2022-2025 diantaranya pertama, prinsip keilmuan, mengimplementasikan sumber daya alumni sesuai prinsip keilmuan agar mendapatkan pencerahan dalam melaksanakan tugas di masyarakat. Kedua, prinsip keagamaan, harus berperan menyebarkan nilai keagamaan apapun posisinya. Ketiga, prinsip kemasyarakatan, bentuk perwujuadan kita mengabdi terhadap masyarakat. Soal profesi, bebas silahkan selama tidak menyusahkan masyarakat,” tuturnya. Selain itu, kiai Fachrudin juga mengajak kepada semua pengurus agar serius dalam Rapat Kerja yang akan digelar sesaat setelah prosesi pelantikan “Harapannya kita serius dalam raker ini, sekalipun programnya yang sederhana-sederhana saja tapi mari kita ikuti secara serius agar terukur dan terarah. Kita bersyukur ada guru ideologis, apalah artinya kita semua tanpa guru, kami ada seperti ini karena guru-guru semua,” pungkasnya. ​​​​​​​Pada kesempatan tersebut hadir sebagai Dewan Pembina, KH. Abubakar Sidik, keluarga pondok pesantren Al Masthuriyah dan ratusan santri serta para hadirin undangan lainnya. Sumber: https://jabar.nu.or.id/daerah/kh-abdul-aziz-masthuro-harus-sama-sama-berbakti-kepada-guru-4ozSX

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.